Rabu, 16 November 2016

Kista Pada Ibu hamil

Seorang ibu yang mengalami proses kehamilan adalah proses yang sangat menakjubkan karena terjadinya hamil semua perempuan akan merasakan kesempurnaan dengan kehamilan yang dirasakan bukan hanya kehamilan saja yang dirasakan tapi secara psikologi menjadi perempuan hamil adalah menjadi makhluk yang paling dimanjakan oleh semua orang bukan hanya suami saja yang ikut bahagia bahkan semua orang di sekelilingnya akan merasakan bahagia dan sekaligus akan melindungi. Maka dari itu sudah dipastikan ketika ada sesuatu yang terjadi pada sang ibu hamil, yang merasakan panik bukan hanya sang ibu hamil saja tapi hampir semua orang akan ikut merasakan panik dan merasakan apa yang dirasakan.


Perlu diketahui bahwa salah satu masalah yang bisa terjadi pada seorang ibu yang hamil adalah adanya kista Karena kista merupakan kantung kecil di dalam tubuh manusia yang berisi cairan. Kista pada wanita biasanya ada pada bagian ovarium pada beberapa wanita hamil kista ini sering muncul dan meresahkan.

Kista pada ibu yang sedang hamil merupakan jenis kista korus leuteus (CLC = corpus luteal cyst). Kista ini sebenarnya tidak berbahaya dan normal muncul di awal-awal masa kehamilan kaitan kista dan kehamilan ini adalah karena setelah sel telur ke luar dari ovarium dan terjadi peleburan dengan sperma. Hormone HCG (Human Chorionic Gonadotropin) tempat kosong di dalam ovarium otomatis akan menjadi kista bahkan pada beberapa wanita kista ini bisa menjadi seukuran bola golf ketika kista sudah menjadi seukuran golf sudah dipastikan akan menimbulkan keresahan yang luar biasa oleh sang ibu dan khawatir bahwa sang buah hati akan terganggu karena hal ini.

Sebenarnya tidak ada yang harus dikhawatirkan mengenai kista. Kista ini dianggap tidak membahayakan sebab kista pada wanita hamil ini akan mulai mengecil di sekitar minggu kesepuluh dan akan hilang disekitar minggu keenam belas masa kehamilan. Sangat jarang sekali ditemukan kasusu mengenai kista yang parah sehingga membuat kista tersebut harus dibuang dengan bedah operasi. Secara alami kista ini akan mengecil dan hilang dengan sendirinya.

Bukan hanya itu saja harus anda ketahui bahwa kebanyakan kista yang terbentuk saat hamil itu tidak memberi dampak apa-apa bagi si ibu hamil dan janinnya. Mengenai hal ini tidak ada keluhan akan tetapi dalam kasus tertentu ada juga wanita hamil yang mengalami kesakitan dengan kistanya misalnya saja keram perut dan mulas, mulas dan keram perut inilah yang biasanya sangat mengganggu. Banyak wanita hamil yang kemudian merasa bahwa kram perut dan rasa sakit ini akan memberikan dampak bahwa selain ini kuga tentu saja rasanya menyakitkan jika terus terjadi selama kehamilan akan tetapi menurut para dokter, kista pada ibu hamil tidak akan memengaruhi bayi yang dikandungnya karena bayi yang dikandung dalam keadaan ibu yang memiliki kista masih berpotensi untuk tetap tumbuh dengan baik dan sehat.

Tidak menutup kemungkinan bahwa kista ini akan membahayakan sang ibu tetapi hal ini sangat jarang terjadi. Kasus yang jarang terjadi adalah kista yang kemudian berubah menjadi sel malignan (sel kanker). Kista jenis ini biasanya akan memperbesar risiko keguguran. Pengecekan dengan ultrasoud oleh dokter bisa memberi gambaran mengenai perubahan dan perkembangan kista pada ibu hamil dan hal ini bisa menjadi cara pencegahan kista pastikan sel malignan. Jadi jika anda hamil dan kemudian kehamilan anda disertai kista pastikan kista anda aman dan ketidakhadiran rasa sakit bisa menjadi indikator dari kondisi kista yang aman. Jika kista malignan terjadi, maka dokter akan menyarankan bedah operasi dan jika kista yang terus menerus menghadirkan rasa sakit maka sebaiknya anda terus melakukan pengecekan dokter mengenai kondisi kista yang sedang menyerang anda.

Kista bisa jadi aman-aman saja tidak perlu membuat anda khawatir namun tentu saja anda juga harus terus melakukan pengecekan dan evaluasi pada kista anda sebab walau jarang terjadi kista juga bisa menjadi sangat berbahaya. Tentu saja anda harus mematikan kehamilan anda terbebas dari kista yang berbahaya, dan anda harus memastikan kondisi anda aman dalam proses kehamilan hingga proses kelahiran sehingga anda bisa memberikan kondisi yang terbaik bagi sang buah hati yang anda idamkan.

Bagaimanapun juga tidak ada satupun perempuan hamil di dunia ini yang ingin kehamilnnya terganggu oleh apapun jenis penyakitnya baik yang aman ataupun yang buruk. Oleh karena itulah untuk meningkatan kewaspadaan dan pengecekan rutin merupakan tindakan pencegahan yang paling baik. Lebih baik mencegah daripada mengobati.